Juli 1, 2008

PARADIGMA RADIO PENDIDIKAN DIERA GOBALISASI

Posted in Artikel, Pendidikan pada 2:44 pm oleh tepeuny

Oleh : Fandy Aldian Mahasiswa Kurikulum dan Teknologi Pendidikan UNY

Pendidikan merupakan kebutuhan sepanjang hayat. Artinya bahwa pendidikan tidak berhenti hingga individu menjadi dewasa, tetapi tetap berlanjut sepanjang hidupnya. Dalam UU No. 2/1989 bahwa tujuan pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap, mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan

Tugas pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, namun dalam mencapai tujuan tersebut banyak mengalami masalah di antaranya geografis. Kondisi demikian berakibat tidak meratanya kesempatan memperoleh pendidikan yang layak terutama di pedalaman. Media massa merupakan alternatif untuk pendidikan saat ini, media massa yakni proses komunikasi melalui media massa, adapun media massa itu adlah surat kabar, majalah, radio, televisi, atau film dan internet

Radio merupakan salah satu di antara alat komunikasi massa. Seperti media massa lain, radio pun mempunyai fungsi sebagai alat pemberi informasi. Pemilihan media radio didasarkan kemampuan media ini dapat menjangkau populasi pendengar yang lebih banyak dengan jarak jauh dan waktu yang lebih cepat, serta biaya yang relatif lebih murah dibandingkan dengan media yang lain

SEJARAH DITEMUKANNYA RADIO

Perkembangan radio merupakan revolusi dibidang telekomunikasi, sebelumnya komunikasi diklakukan melalui telepon dan telegraf yang dihubungkan melalui kabel, sedangkan melalui radio komunikasi wireless (tanpa kabel) dapat dilakukan. Radio seperi penemuan yang lain ditemukan melalui berbagai eksperimen dari banyak orang.

Pada tahun 1800, seseorang Profesor dari Universitas Princeton yang bernama Yoseph henry dan dan seorang fisikawan inggris yang bernama Michael Faraday bereksperimen dengan elektromagnet, dan menemukan teori induksi. Pada tahun 1864, James Clark Maxwell, seorang fisikawan Inggris yang lain, mencoba mengembangkan teori induksi yang dihubungkan dengan kecepatan cahaya. Bunyi teori maxwell adalah : Karena perubahan medan magnet dapat menimbulkan medan listrik, maka sebaiknya perubahan medan listrikpun akan dapat menimbulkan medan magnet. Akan tetapi maxwell belum dapat membuktikan hipotesanya selama hidupnya. Orang yang pertama kali menguji hipotesa. Maxwell mengenai gelombang elektro magnetic ini adalah Heinrich hertz, seorang fisikawan Jerman. Ia berhasil membuktikan teori Maxwell pada tahun 1880, dengan menggunakan kumparan Ruhmkorf. Pada tahun 1895, Guglielmo marconi, seorang penemu dari Italia, mengkombinasikan teori-teori yang sudah ada (tentang elektromagnetik) dengan idenya sendiri. Ia adalah orang pertama yang menirimkan sinyal radio melalui udara. Ia menggunakan gelombang elektro magnetic untuk mengirim kode sinyal telegraf dalam jangkauan lebih dari 1,5 Km.

Pada tahun 1901, radio temuan marconi mengirim sinyal kode menyebrangi samudra atlantik dari Inggris ke Newfoundland. Sekitar tahun 1900, para penemu mencoba mengembangkan alat yang dinamakan “vacuum tube” yang digunakan untuk mendeteksi dan memperluas sinyal radio. Lee de forest, seorang penemu dari Amerika mempatenkan lampu Vakum temusnya yang di kenal dengan triode atau audion pada tahun 1907. Penemuan ini dapat menyiarkan dari gelombang yang masuk. Kemudian, karena pecahnya perang dunia satu, perkembangan radio menjadi agak terhambat karena siapapun tidak diizinkan untuk mengusahakan siaran radio sampai tahun 1919. Setahun sebelumnya yaitu pada tahun 1918, Edwin H Amstrong dari Universitas Kolombia mengembangkan alat penerima gelombang radio, yang biasa disebut Super heterodyne circuit. Kemudian pada tahun 1993 ia memperkenalkan sistem frequency modulation untuk menyempurnakan isitem sebelumnya ( Amplitudo Modulation )

Kelebihan sistem FM ( frequency modulation ) dibandingkan dengan AM adalah

1. dapat menghilangkan inreferensi atau gangguan oleh gelombang radio lain

2. menghilangkan gangguan berisik oleh pengaruh cuaca seperti petir dan hujan

3. menghasilkan suara yang lebih jernih

Pada saat itu kegunaan utama dari radio adalah sebagai alat komunikasi antara kapal satu dengan kapal lain, juga antara kapal daratan dengan daratan.

Tetapi sistem FM juga memiliki kekurangan yaitu jangkauan yang kurang luas. Maka untuk memperluas jangkauannya tranmitter FM harus diletakkan ditempat yang sangat tinggi dan dihubungkan oleh station penghubung.

Pada saat itu kegunaan utama dari radio adalah sebagai alat komunikasi antara kapal satu dengan kapal lain, juga antara kapal daratan dengan daratan Disini kita bisa melihat betapa besar manfaat dari radio, seperti pada penyelamatan kapal yang tenggelam, komunikisi bila arah haluan kapal menyimpang dari yang telah ditentukan. kita tahu pada saat tenggelamnya kapal TITANIC pada tahun 1912, komunikasi untuk menyelamatkan penumpang juga dilakukan melalui radio. Penggunaan radio sebgai alat komunikasi semakin berkembang pada tahun 1930 yaitu sebagai komunikasi pada pesawat terbang, polisi dan militer.

MASSA KEJAYAAN RADIO

Pada tahun 1920 – 1950, radio menjadi sumber hiburan utama bagi keluarga. Di luar negeri radio menjadi pusat hiburan menyiarkan musik, drama, komedi dan lain-lain.

Sedangkan di Indonesia dimanfaatkan untuk perjuangan mencapai kemerdekaan Radio siaran yang pertama kali ada di Indonesia adalah Bataviasche, Vereniging (BRV) yang berdiri di Jakarta tanggal 16 Juli 1925.

Sejak saat itu di Indonesia banyak bermunculan radio-radio lain seperti Nederlandsch Indische Radio Oemroep Mij (NIROM) di Jakarta, Bandung dan Medan Di solo juga muncul Solosche Radio Vereniging (SRV) dan di Jogjakarta berdiri Matarasme Vereniging Voor Radio Omroep (MAVRO). SRV dapat dikatakan sabagai pelopor munculnya radio siaran yang diusahakan oleh pribumi asli.

Pada zaman Jepang, siaran radio di Indonesia mengalami kemunduran. Semua radio disentralisasikan oleh jawatan khusus Hoso Kantriyoku. Siaran radio ini diarahkan demi kepentingan militer Jepang. Mengapa jepang melakukan sentralisir terhadap siaran radio yang ada? Hal ini terutama dilakukan untuk menutup-nutupi kekalahannya dalam perang dunia 2. Akan tetapi segi positifnya, jepang mengizinkan kesenian dan kebudayaan Indonesia berkembang melalui radio. Oleh karena itu pada jaman ini, kesenian dan lagu-lagu Indonesia berkembang dengan sangat pesat. Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 11 September didirikanlah Radio Republik Indonesia ( RRI )

Manfaat dari perkembangan radio di Indonesia antara lain :

  1. Sebagai propaganda ( misal propaganda akan kalahnya Jepang pada PD II )
  2. Sebagai media komunikasi
  3. Sebagai media pendidikan dan pengembangan kebudayaan
  4. Sebagai penyalur pendapat masyarakat
  5. Sebagai media hiburan

Radio, pada masa modern, mulai digantikan kedudukannya oleh televisi. Orang lebih menyukai televisi karena suatu acara terlihat lebih nyata. Namun demikian kita tidak boleh melupakan pentingnya jasa radio dalam mencapai kemerdekaan bangsa Indonesia saat ini. Kita harus ingat bahwa pada jaman perjuangan, berita-berita dan komunikasi dengan dunia luar masih dilakukan melalui Radio. ( Raden Ahnaf Faqih Shaimy. Sejarah Ditemukannya Radio )

RADIO PENDIDIKAN

Pada dasaranya media yang banyak dipergunakan dalam proses belajar mengajar adalah media komunikasi, komunikasi dan pendidikan cukup erat kaitannya Radio adalah alat elektronik yang digunakan sebagai media komunikasi dan informasi. Melalui radio, seseorang dapat mengetahui dan memahami sesuatu

Radio adalah suatu perlengkapan elektronik yang termasuk media audio yang hanya dapat memberikan rangsangan audio (pendengaran) saja. Melalui alat ini orang dapat mendengar siaran tentang berbagai peristiwa, kejadian penting dan baru, masalah-masalah dalam kehidupan serta acara hiburan yang menyenangkan.

Karakteristk Radio

1. Radio adalah SUARA.

2. Radio adalah mass media yang paling mengena (digunakan oleh banyak orang).

3. Radio dapat memberikan gambaran kepada para pendengarnya. Anda tidak perlu belajar untuk mengerti/memahami cerita yang kita sajikan. Kita memiliki kesamaan dengan tradisi yang ada dalam menyajikan berita dibanding dengan cara kerja jurnalistik di media cetak.

4. Radio adalah alat yang akrab dengan pemiliknya. Anda jarang sekali duduk dalam satu grup dalam mendengarkan radio; tetapi biasanya mendengarkannya sendirian- di mobil, di dapur dan sebagainya.

5. Radio adalah alat yang hangat dalam kaitannya dengan emosi pendengar. Campuran dari kata – kata, musik dan efek suara yang mampu mempengaruhi emosi.pendengar. Pendengar akan bereaksi atas kehangatan suara pembawa berita dan seringkali berfikir bahwa broadcaster adalah seorang teman bagi mereka.

6. Radio adalah alat langsung. Radio dapat langsung membawa anda ke kejadian disekitar lingkungan anda ataupun dibagian lain di dunia, lebih cepat daripada koran ataupun TV. Radio yang disiarkan secara langsung dapat secara langsung memberikan informasi kepada anda tentang banjir, angin topan, kebakaran hutan, kemacetan lalu lintas ataupun berita politik lainnya.

7. Radio adalah alat yang ringkas. Hal ini membuat pemiliknya merasa memiliki kawan dimanapun ia berada.

8. Radio adalah alat yang cukup murah dan mudah.

9. Radio adalah alat yang fliksibel. Seorang reporter dengan alat perekamnya ataupun melalui telepon dapat secara langsung menyampaikan berita yang ada di lapangan. Seorang broadcaster di studio dengan microphone dan control panelnya akan membawakan program beritanya.

10. Radio dapat membidik sasaran yang tepat bagi pendengar tertentu dengan mengadakan program khususnya.

11. Radio dapat memberikan berbagai macam bentuk “suara” seperti halnya orang – orang di jalan, bincang – bincang dan sebagainya. ( suara komunitas. Radio sebagai komunikasi)

Radio sebagai media pendidikan

Radio pendidikan adalah radio yang  memanfaatkan dunia pembelajaran, dimana pola atau ruang lingkup pembelajaran ialah pendidikan formal, nonformal, yang meliputi pembelajaran. Dengan format radio pendidikan dan informasi (jauh berbeda dengan siaran-siaran radio lain yang cenderung lebih besar
porsinya kepada siaran hiburan), radio pendidikan mampu menarik perhatian audiens yang haus akan informasi yang obyektif
dan berbobot. Misal dalam pelajaran baca tulis, radio berfungsi untuk menimbulkan motivasi untuk belajar baik sendiri maupun berkelompok, juga untuk memobilisasikan pendapat dan meningkatkan daya imajinasi anak

Media audio/radio pembelajaran adalah suatu media yang menyampaikan pesan-pesan pendidikan/pembelajaran melalui cd atau disiarkan melalui station pemancar radio Menurut UU No. 32/2002 tentang penyiaran: ” Penyiaran radio adalah media komunikasi massa dengar yang menyalurkan gagasan dan informasi dalam bentuk suara secara umum dan terbuka, berupa program yang teratur dan berkesinambungan”.

Ciri-ciri radio pembelajaran adalah sebagai berikiut :

  1. Disajikan dalam CD/ kaset audio sehingga pengguna dapat mendengarkannya secara berulang-ulang
  2. Dapat dimanfaatkan dikelas-kelas pembelajaran reguler, pendidikan jarak jauh, kelompok pendidikan luar sekolah, dan secara mandiri
  3. Pembuatannya menggunakan prosedur pengembangan media pembelajaran

( Makalah Sri wahyuni. Peningkatan media audio/radio pembelajaran.TEKNOLOGI PENDIDIKAN. FIP. UNY )

Dapat dimengerti kalau radio menjadi media pendidikan dalam berbagai aspeknya. Karena media ini memang memiliki potensi dan kekuatan yang amat berpengaruh dalam dunia kependidikan. Radio sebagai pemberi informasi dan alat yang mendidik, muatan sajiannya dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, moral, dan akhlak seseorang. Radio pendidikan memiliki kelebihan dan kekurangan

Kelebihan media radio pendidikan :

1. Rapidity (tingkat kecepatan menyampaikan informasi cukup tinggi)

2. Wide Coverage (jangkauan wilayah siarnya luas)

3. Simultaneous (dapat dinikmati secara srentak dalam waktu yang sama)
Mempunyai kemampuan mengembangkan imajinasi melalui audio

4. Selektivitas dalam memilih program/segmen khalayak

5. Fleksibilitas (dapat dibawa kemana-mana)

6. Bersifat personal (hubungan yang terasa intim dengan penyiarnya

7. Verbalisme (ada pengucapan, intonasi, diksi, dan lain-lain)

8. Beyond emotion

9. Sound and amoving image

10. Show Performing Art

11. Literacy (dapat dinikmati oleh khalayak yang buta huruf) ( A. Darmanto. Himpunan Materi Pelatihan Bidang Radio Siaran )

Kekurangan media radio pendidikan :

1. Auditif – Sekilas dengar

2. Tidak dapat disimak ulang untuk memperjelas

3. Tidak dapat menyajikan permasalahan yang kompleks (rumus matematika, fisika, kimia)

4.. Tidak efektif untuk materi yang bersifat hitung-menghitung.

5. Tidak dapat menggambarkan proses perubahan benda (Fisika, Kimia)

6. Tidak bisa menyajikan materi secara mendalam

7. Tergantung daya tarik penyajian program ( A. Darmanto . Program Pendidikan Sekolah Melalui radio)

Dari beberapa kelemahan dan kekurangan tersebut, maka media radio dapat lebih bermanfaat lebih dibandingkan dengan media elektronik lainnya. Radio dapat memungkinkan untuk upaya menyukseskan pendidikan di dunia ini dengan menjadikan media radio sebagai media pendidikan bukan dijadikan sebagai media hiburan. Sehingga meia radio dapat dimanfaatkan oleh berbagai  publik yang haus akan informasi pendidikan atau pengetahuan.

Fungsi Siaran Radio Pendidikan

1. Meningkatkan kesadaran nasional warga Negara.

2. Modernisasi nasional

3. Suplemen bagi pendidikan sekolah

4. Mempercepat penyampaian informasi baru tentang pendidikan kepada sekolah.

5. Penyelenggaraan pendidikan bagi semua kalangan dengan isi yang sama untuk skala nasional.

6. Menggantikan fungsi kehadiran guru profesional dan profesor.

7. Menambah materi pengajaran dan bacaan buku,

8. Modernisasi dalam penyampaian materi dan mengembangkan metode mengajar.

9. Mengikuti pendidikan kembali bagi guru-guru.

10. Mencukupkan informasi dan pendidikan bagi kelompok kecil.

11. Membantu mereka yang tidak mampu melanjutkan sekolah karena tidak memiliki waktu dan keterbatasan ekonomi

12. Persiapan belajar untuk menghadapi ujian nasional. ( A. Darmanto. Program Pendidikan Sekolah Melalui radio)

RADIO PENDIDIKAN DIERA GLOBALISASI

Teknologi modern telah memungkinkan terciptanya komunikasi bebas lintas benua, lintas negara, menerobos berbagai pelosok perkampungan di pedesaan, melalui media audio (radio) dan audio visual (televisi, internet, dan lain-lain). Fenomena modern yang terjadi di awal milenium ketiga ini popular dengan sebutan globalisasi

Saat ini dalam kondisi kencangnya arus globalisasi, terutama media elektronik, banyak terjadi proses ‘pendidikan’ berupa propaganda mengenai demokrasi ala Barat, atau tayangan-tayangan yang bersifat destruktif seperti tema kekerasan/sadis, pornografis dan acara-acara misteri yang melenceng dari tata nilai, kesopanan serta moral-etika dan akidah agama. Selain  itu, penyebaran narkoba serta gaya hidup permissif, matelialistis dan konsumptif yang membolehkan segala cara dan perbuatan apa saja yang bisa memuaskan kebutuhan lahir batin meskipun melanggar akidah agama dan nilai-nilai sosial budaya yang dianut masyarakat bangsa ini..

Masalah kecanduan rokok, narkoba, minuman keras dan gaya hidup bebas (free sex) sekarang telah memasuki bukan saja dunia remaja dan ‘preman’, tetapi sejak siswa Taman Kanak-kanak, SD sampai ke bangku perguruan tinggi. Alangkah indahnya bila forum media pendidikan non formal seperti media cetak dan elektronik ramai-ramai menyuguhkan masukan dan informasi yang sarat dengan muatan pendidikan moral. Salah satunya adalah muatan-muatan berisi informasi dan ilmu serta teknologi mengenai penyelamatan dan pemeliharaan lingkungan, kesehatan serta bentuk rubrik, komik atau siaran yang menguntungkan dan meningkatkan wawasan ilmu pengetahuan. ( Makna Pendidikan Dan Proklamasi NKRI. WASPADA Online)

Sebagai akibatnya, media radio mengalami pergeseran teknologi, radio sebagai media yang berperan penting dalam sejarah kontemporer telah melalui masa-masa pasang surutnya hampir satu abad. Kini, radio dengan mudah kita temui di berbagai tempat. Namun datangnya media elektronik televisi, internet ( dunia mayacyber ) telah membuat radio kurang banyak peminat walaupun banyak kita temui radio diberbagai tempat.

Kini, radio dihadapkan pada situasi yang berbeda. Meski teknologi radio mengalami kemajuan, namun media yang satu ini harus berhadapan dengan jenis media baru lainnya yang lebih menarik dan efektif. Televisi merupakan contoh media baru yang banyak menyedot perhatian publik. Selain televisi, internet merupakan pesaing terbaru radio. Dalam waktu yang relatif singkat, internet telah berhasil mengundang banyak peminat. Radio pendidikan khususnya terperosot karena munculnya berbagai teknologi-teknologi baru seperti televisi, dan internet yang menjadikan semua informasi dapat diakses langsung. Alhasil radio malah jadi terpingirkan atau kurang diperhatikan oleh publik karena kurangnya minat seseorang dan program-program yang dibuat monoton sehingga orang jenuh akan radio karena hanya media yang hanya memanfaatkan indera pendengaran saja.

Faktor pendukung munculnya globalisasi antara lain : Berkembang pesatnya teknologi komunikasi dan adanya integrasi ekonomi dunia. ( Faktor-faktor pendukung munculnya globalisasi Ahmad Haikal )

Media komunikasi menjadi alat yang paling banyak memberikan kontribusi dalam suatu proses globalisasi. Informasi disebarkan dengan sangat cepat sekali, terus menerus dan terstruktur. Dampak positif dari era globalisasi adalah teknologi berkembang pesat. baik teknologi informasi, komunikasi, maupun transportasi. Sehingga orang dapat berhubungan melewati batas-batas negara. Sedang aspek negatif Globalisasi
ialah terjadinya kesenjangan ekonomi akibat dari kekalahan berkompetensi dalam bidang teknologi

DAFTAR PUSTAKA

A. Darmanto. 2005.. Himpunan Materi Pelatihan Bidang Radio Siaran

http://indonesian.irib.ir Makna Pendidikan Dan Proklamasi NKRI. WASPADA Online.16 Juni 2008. pukul 14.20

Makalah Sri wahyuni. Peningkatan media audio/radio pembelajaran.TEKNOLOGI PENDIDIKAN. FIP. UNY

www.google.com. Faktor-Faktor Pendukung Munculnya Globalisasi
Ahmad Haikal.
16 Juni 2008. pukul 14.20

Sumitro, dkk. ___.Pengantar Ilmu Pendidikan. Yogyakarta : FIP YOGYAKARTA

www.yahaoo.com. Radio Sebagai Media Komunikasi.Suara Komunitas. pukul 14.20

www.yahaoo.com. Radio Wireless oleh Raden Ahnaf Faqih Shaimy. 16 Juni 2008. pukul 14.20

www.yahaoo.com. Makna Pendidikan Dan Proklamasi NKRI. WASPADA Online. 16 Juni 2008. pukul 14.20

2 Komentar »

  1. yana ramadhana said,

    materinya ga bisa di perlengkap lagi

  2. devya triyana said,

    thks ya udah kasih info ttg radio…artikel ini sangat bermanfaat buat makalah yang bakal vya buat…..tetap berikan berita yang terbaik dan bermanfaat….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: