Juni 27, 2008

Radio sebagai Metode Belajar

Posted in Artikel, Pendidikan pada 6:26 am oleh tepeuny

Oleh : Eko Prasetyo Mahasiswa Kurikulum dan Teknologi Pendidikan UNY

BAB I

PENDAHULUAN

Hubungan lingkungan hidup dengan komunikasi mungkin tidak nampak. Namun kalau dipikirkan secara lebih mendalam, lingkungan hidup sebenarnya merupakan konsep yang sangat relevan bagi komunikasi ditinjau dari berbagai segi. Pertama, dipandang dari segi luas, komunikasi hanya berarti dalam konteks lingkungan hidup. Pada intinya. komunikasi adalah proses yang menyangkut hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya Tanpa komunikasi manusia jadi terpisah dari lingkungan. Namun tanpa lingkungan komunikasi menjadi kegiatan yang tidak relevan. Dengan kata lain, manusia berkomunikasi karena perlu mengadakan hubungan dengan lingkungannya, meskipun caranya berbeda tergantung lingkungan yang dihadapi, umpamanya dengan lingkungan sosial. Kedua, secara langsung atau tidak sebagian besar komunikasi manusia sebenarnya menyangkut atau bertitik tolak pada informasi tentang lingkungannya. Baik mengenai benda fisik dan komponen lingkungan itu, prinsipnya yang mengatur hubungan antara komponen tersebut, proses dan cara kerjanya, ataupun gagasan dan keinginan yang ada dalam otak manusia mengenai bagaimana seharusnya lingkungan itu. Ini bukanlah hal baru. Pengetahuan dan konsep yang ada pada seseorang dibentuk pertama kali oleh lingkungannya, atau berdasar kepada hal-hal yang diamati dari lingkungan. Andaikata ia kemudian belajar tentang hal-hal mengenai lingkungan yang lain, informasi itu pun akan selalu mengacu atau dibandingkan dengan lingkungan sekitarnya. Itulah sebabnya maka komunikasi biasanya lebih lancar dan lebih efektif jika menyangkut atau berkaitan dengan lingkungan yang telah dikenalnya. Dapat dikatakan komunikasi akan makin berarti bagi seseorang jikalau informasi yang disampaikan makin terkait dengan lingkungan orang itu

BAB II

PEMBAHASAN

  1. PERKEMBANGAN RADIO

Dewasa ini perkembangan dunia radio sudah sedemikian pesat. Baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Radio searan selalu mengupdate diri. Jumlah yang selalu bertambah dan banyak, serta pemenuhan akan kebutuhan teknologi terkini selalu di ikuti media radio. Maka tidak mengherankan jika ada pakar komunikasi yang menyatakan bahwa radio merupakan media yang penuh dengan dinamika, dinamis dan selalu dapat mengikuti perkembangan zaman. Radio menurut fungsinya sebagai media hiburan dan informasi. Agaknya fungsi media yang demikian ini dapat dapat menyelaraskan dengan tuntutan dunia pendidikan. Sehingga radio dapat difungsikan perannya untuk menjadi media pendidikan yang pas.  Radio dan pendidikan ibarat perangko dan amplopnya yang dapat saling bersinergi. Sehinga peran media radio sangatlah penting. Dimana dengan kelebihan-kelebihan yang dimiliki yakni, dapat langsung meberitakan, harga terjangkau dan dapat dibawa kemana-mana serta coverage area yang luas.

Sebagian orang membaca buku merupakan hal yang membosankan. Banyak orang yang mencari cara belajar tanpa harus sering membuka buku. makanya munculah banyak cara atau metode belajar yang asyik. salah satunya dengan mendengarkan radio. sekarang radio menjadi salah satu metode belajar. selain televisi. terbukti beberapa sekolah, mulai dari sekolah dasar sampai menengah atas mencoba memakai metode ini. malahan yang berbagi ilmu adalah siswa-siswanya. karena kita gak luput dari mendengarkan radio, dan akan lebih mudah mendapatan ilmu dengan mendengar radio. di beberapa stasiun acara radio juga mempuntyai program radio education ini. seperti mari belajar bahasa inggris , disalahsatu stasiun radio. walaupun frekuensi waktu siarannya tidak terlalu banyak. mereka lebih memproitaskan lagu-lagu. ini angamat disayangkan

  1. MEDIA RADIO DALAM PIJAKAN PEMBELAJARAN

Ada dua kategori utama tentang bagaimana seorang belajar yaitu pertama bagaimana seorang menyerap informasi dengan mudah atau dinamakan modalitas, kedua adalah cara seorang mengatur dan mengolah informasitersebut atau juga disebut dengan cara kerja dinamika otak. Banyak juga factor yang mempengaruhi gaya belajar seorang, seperti factor fisik, emosional, sosiologis, maupun lingkungan. Gaya belajar lain menghendaki iringan musik sebagai teman belajar, sedangkan lainya merasa dengan musik justru akan menggangu konsentrasinya. Adapun ciri-ciri orang orang dengan gaya auditorial sebagai berikut:

· Berbicara kepada diri sendiri saat bekerja

· Mudah terganggu oleh keributan

· Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan dibuku ketika membaca

· Senang membaca dengan keras dan mendengarkan.

  1. SEJARAH RADIO

Keberhasilan Guglemo Marconi tahun 1896 melakukan percobaan pengiriman pesan tanpa kawat sejauh 8 mil memberi harapan baru bagi perkembangan dunia penyiaran radio. Harapan semakin besar ketika tahun 1901 eksperimen yang dilakukan Marconi berhasil melintasi samudera Atlantik. Tetapi dunia penyiaran radio di dunia dapat berkembang setelah perang dunia 1 semua peralatan radio dimobilisasi untuk kepentingan perang sehingga pihak sipil tidak boleh menggunakan secara bebas.

Pada saat berdirinya International Amateur Radio Union (IARU) tahun 1925, wilayah nusantara pada saat itu masih dikuasai oleh Belanda, dan pada saat itu tengah berkecamuk Perang Dunia Pertama. Pada saat itu komunikasi antara Netherland dengan Hindia Belanda (julukan untuk wilayah Nusantara) hanya mengandakan saluran kabel Laut yang melintas Teluk aden yang dikuasai oleh Inggris. Timbul kekhawatiran Belanda atas saluran komunikasi tersebut, mengingat Inggris terlibat dalam perang dunia pertama tersebut sedangkan Belanda ingin bersikap Netral, oleh karenanya dilakukanlah berbagai percobaan dengan menempatkan beberapa stasiun Relay yang atara lain di Malabar, Sumatra, Srilangka dan beberapa tempat lagi. Radio Malabar berdiri tanggal 5 Mei 1923 merupakan pemancar menggunakan teknologi arc transmitter yang terbesar di dunia. Tampak pada gambar samping adalah dua buah arc transmitter yang besar dengan kekuatan 2400kW yang dibuat oleh Klaas Dijkstra yang bekerja untuk Dr Ir De Groot. Input power pemancar Radio Malabar adalah 3.6 MegaWatt bekerja pada frekuensi 49.2kHz panjang gelombang 6100m dengan menggunakan callsign PMM. Daya untuk pemancar Radio Malabar di bangkit oleh sebuah pembangkit tenaga air buatan Amerika yang terletak di Pengalengan dengan tegangan 25kV. Radio Malabar merupakan cikal bakal amatir radio di Indonesia dan merupakan radio pertama di Indonesia untuk komunikasi jarak jauh. Frekuensi yang digunakan masih sangat rendah dalam panjang gelombang sangat panjang, tidak mengherankan jika antenna yang digunakan harus di bentang memenuhi gunung Malabar di Bandung Selatan. Sisa-sisa Radio Malabar masih terdapat di sana berupa tiang-tiang antena-antena besar dan tinggi di tengah hutan.

Pada masa akhir kekuasaan orde lama mulai bermunculan radio-radio swasta yang bermula dari hobi para mahasiswa di bidang elektronika. Radio swasta itu kemudian menjadi alat perjuangan angkatan 66 dalam menumbangkan orde lama. Pada tahun 1970 keberadaan radio swasta secara resmi diakui oleh pemerintah dengan dikeluarkanya pemerintah nomor 50 yang menjamin dan mengatur keberadaan mereka.

BAB III

PENUTUP

Sebagian orang membaca buku merupakan hal yang membosankan. Banyak orang yang mencari cara belajar tanpa harus sering membuka buku. makanya munculah banyak cara atau metode belajar yang asyik. salah satunya dengan mendengarkan radio. sekarang radio menjadi salah satu metode belajar. selain televisi. terbukti beberapa sekolah, mulai dari sekolah dasar sampai menengah atas mencoba memakai metode ini. media pendidikan yang pas. Radio menurut fungsinya sebagai media hiburan dan informasi. Agaknya fungsi media yang demikian ini dapat dapat menyelaraskan dengan tuntutan dunia pendidikan. Sehingga radio dapat difungsikan perannya untuk menjadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: