Juni 27, 2008

RADIO PENDIDIKAN DI INDONESIA

Posted in Artikel, Pendidikan pada 6:16 am oleh tepeuny

Oleh : Kukuh Prihantoro Mahasiswa Kurikulum dan Teknologi Pendidikan UNY

BAB I

Pendahuluan

Radio adalah suatu alat atau sumber informasi dan hiburan yang luar biasa. Kita dapat mengikuti siaran radio sambil duduk-duduk minum kopi dan makan kue. Kita dapat mengikuti siaran radio sambil mandi. Kita dapat mengikuti siarna radio sewaktu menyiapkan sarapan, pagi, atau meracik bawang menjelang santap malam. Kita dapat mengikuti siaran radio bahkan sewaktu melakukan kegiatan gerak badan, jogging dan bahkan sambil tidur-tiduran dengan mata tertutup.

Radio memang merupakan sarana penyampai informasi dan hiburan yang serba mampu. Sambil berdesak-desakan dalam bis atua kereta api. Sekarang bahkan mungkin mengikuti siaran radio sewaktu mengayuh sepeda. Masih banyak lagi keadaan yang memungkinkan seseorang untuk mengikuti siaran radio.

Informasi hiburan dapat kita peroleh disini. Bagaimana dengan pendidikan ? Sekarang penggunaan radio lebih mengarah kepada hiburan. Sebagian sebagian besar mereka mengisi waktu siaran dengan musik dan musik.

BAB II

Pembahasan

1. Perkembangan Radio di Indonesia

Dari tahun ke tahun radio yang berdiri di Indonesia bertambah dengan pesatnya. Ada yang berkembang pada gelombang Am. Tetapi lebih banyak yang memilih mendirikan radio pada frekwensi Fm. Namun sebenarnya gelombang Am memiliki jangkauan lebih luas. Dari data situs nasional yang berskala internasional mencatat dan memantau bahwa perkembangan radio di Indonesia perkembangan radio sangat baik. Jumlah radio sekarang ini mencapai 1500 (seribu lima ratus) yang berjalan pada frekwensi 67.6 – 108.00 fm. Sekitar 50 radio sudah tidak mempublikasikan keberadaannya atau melakukan registrasi pada situs ini. Jumlah ini belum termasuk dengan radio-radio komunitas yang ada. Banyak pula pihak-pihak swasta maupun negeri yang mendirikan pada jalur Am karena sudah tidak tersedianya ruang dalam jaringan Fm.

Dengan melihat angka tersebut kita dapat menilai bahwa radio di Indonesia tumbuh dengan suburnya.

2. Pemanfaatan radio dalam pendidikan

  • sebagai alternatif dalam penyebarluasan informasi pendidikan nonformal

Salah satu fungsi radio yang menarik berbagai segmen umur adalah radio sebagai media penyampai berita. Berbagai berita aktual yang terjadi di dalam negeri maupun luar negeri dapat dengan cepat diketahui oleh masyarakat melalui media radio. Untuk itulah, maka radio sebagai salah satu alternatif media massa patut menjadi pilihan bagi penyebarluasan informasi pendidikan non formal (PNF).

Pendidikan Non Formal memegang peranan yang strategis dalam Sistem Pendidikan Nasional, hal tersebut jelas tertuang dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003. Pendidikan Non formal memiliki  kelebihan dibandingkan dengan pendidikan formal yaitu adanya keluwesan tempat, sasaran, waktu, dan program.

Salah satunya adalah radio PNF yang dipancarkan pada gelombang 107,6 FM, Medan. Segmen utama yang menjadi siaran radio PNF adalah siaran PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), siaran program Kesetaraan, dan siaran pendidikan masyarakat lainnya

  • Siaran radio pendidikan untuk murid (SRPM)

Kegiatan ini dikenal sebagai SRPM-SD. Materinya disajikan dalam bentuk kaset audio dengan materi yang sulit dipahami oleh murid sekolah dasar.
Program yang telah dikembangkan yaitu mata pelajaran matematika, IPA, IPS, PPKN dan Bahasa Indonesia. Dalam mengikuti program ini murid sekolah dasar juga dilengkapo dengan MODUL sebagai bahan penyerta. Sampai dengan saat ini sedang dirintis penerapannya di 5 SD dalam Kabupaten Aceh Besar.

  • Pendidikan dan pelatihan guru di daerah terpencil

Tanah air kita yang terdiri dari beribu pulau besar dan kecil serta memiliki wilayah yang sangat luas. Kondisi geografis yang demikian berakibat tidak meratanya kesempatan memperoleh pendidikan yang layak karena penyebaran guru-guru terutama guru-guru sekolah dasar sehingga mutu pendidikanpun kurang merata. Di kota-kota besar guru berlebih sedangkan di desa-desa terutama di daerah terpencil dan pedalaman sangat kekurangan guru.

Tujuan terpenting dalam Diklat SRP adalah meningkatkan kemampuan guru SD dalam cara mengajar dan penguasaan materi pengajaran, terutama bagi mereka yang tinggal di desa dan tempat terpencil dan juga memberi kesempatan untuk mencapai standar mengajar.

Beberapa hasil study yang telah dilakukan menunjukan bahwa program Diklat SRP mendapat respon yang baik dari guru-guru khususnya yang berada di daerah terpencil. Mereka menyadari akan pentingnya peningkatan kualifikasi sebagai tuntutan profesionalisme guru.

3. Peran pemerintah

Di Indonesia pendidikan sebagai upaya pembelajaran sepanjang hayat telah diamanatkan didalam Tap MPR Nomor : II/ MPR/ 1988. Disebutkan, pendidikan merupakan proses budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia. Berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan di dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Dengan demikian pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga,masyarakat dan pemerintah. “. Retno Sri Ningsih Satmoko (1999:65)

Dalam radio siaran pendidikan terdapat surat keputusan direktorat jendral pendidikan dasar dan menengah departemen pendidikan dan kebudayaan nomor : 239/c/kep/i/1992 tanggal 18 juli 1992 tentang Pedoman Pendidikan dan Pelatihan Guru SD melalui siaran radio pendidikan, yaitu
a. Meningkatkan mutu pendidikan di sekolah dasar melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan professional gurusekolah dasar.
b. Memperluas kesempatan meningkatkan mutu profesional guru sekolah dasar yang belum mengikuti program penyetaraan

Pemerintah telah melakukan banyak hal dalam hal ini. Peraturan-peraturan yang dibuat oleh pemerintah menandakan bahwa pemerintah menaruh perhatian pada pendidikan dalam bentuk siaran radio.

4. Kendala Radio Pendidikan

Bagaimana perkembangan radio pendidikan di Indonesia sekarang ini? Ini mungkin pertanyaan yang muncul ketika meliat jumlah radio yang ada di Indonesia sekarang. Perkembangan yang terjadi pada radio pendidikan tidak sebanyak radio hiburan yang ada di Indonesia sekarang. Apakah yang salah dengan radio pendidikan yang ada di Indonesia sehingga tidak bisa berkembang. Banyak asumsi yang berkembang di masyarakat mengenai hal ini. Faktor-faktor yang bisa jadi pertimbangan dari kurang berkembangnya radio pendidikan di Indonesia, antara lain :

· Modal

Mendirikan radio pendidikan memerlukan biaya yang tidak sedikit. Modal merupakan salah satu faktornya. Dana radio milik pemerintah tergantung pada APBD

· SDM

Dalam perkembangannya siaran radio pendidikan mempunyai sumber daya manusia dari pegawai negeri sipil (PNS). Dalam radio pendidikan, SDM ini saja tidak cukup.harus ada orang yang kompeten dalam bidangnya.

· Publikasi

Orang-orang menganggap bahwa radio pendidikan masih merupakan radio komunitas dimana para pendengar kurang bisa berkomunikasi atau melakukan interaksi.

· Manajemen

Radio Pendidikan tidak ada salahnya jika senantiasa gencar memutar “promo acara” agar siaran ini dapat diketahui. Karena melakukan koordinasi dengan stakeholders dan instansi terkait.

Meskipun banyak kendala yang menghadang dalam mengembangkan radio pendidikan, pemerintah tidak terus putus asa. Terbukti sudah banyak sekolah-sekolah dan instansi pemerintah yang berhasil mendirikan radio pendidikan. Dinas pendidikan dan kebudayaan Surabaya telah berhasil membangun radio pendidikan yang telah menelan dana sebesar 400 juta rupiah. Radio ini memberikan informasi pendidikan untuk pendidik, peserta didik, dan bidang-bidang terkait di dalam pendidikan.

Inovasi-inovasi terus dihadirkan untuk meningkatkan radio pendidikan. Dalam waktu dekat pemerintah melalui Menristek bekerja sama dengan UNESCO akan membuat radio internet. Radio internet merupakan kombinasi dari radio konvensional ditambah dengan fasilitas internet. Masyarakat setiap saat bisa menelepon ke radio tersebut untuk meminta informasi apa saja yang mereka butuhkan.

Penggunaan iklan tidak diperblehkan bagi radio pendidikan yang berada di bawah naungan pemerintah. Berbeda dengan radio pendidikan yang berstatus swasta. Ini dapat diatasi dengan barter dengan pertukaran program atau narasumber. Perekrutan karyawan yang kompeten dibidangnya bisa menjadi solusi radio pendidikan dalam mengembangkan siarannya.

Dari semua hasil yang didapat pemerintah belum bisa dikatakan berhasil. Masih banyak yang harus diperjuangkan agar radio pendidikan tidak kalah menarik dengan radio hiburan dan lebih baik dalam keseluruhan hal.

BAB III

Penutup

Dari tahun ke tahun radio yang berdiri di Indonesia bertambah dengan pesatnya. Jumlah radio sekarang ini mencapai 1500 (seribu lima ratus) yang berjalan pada frekwensi 67.6 – 108.00 fm. Pemanfaatan radio dalam pendidikan antara lain sebagai alternatif dalam penyebarluasan informasi pendidikan nonformal, Siaran radio pendidikan untuk murid (SRPM), Pendidikan dan pelatihan guru di daerah terpencil.

Pemerintah jaga telah melakukan usaha yang cukup maksimal untuk meningkatkan radio pendidikan. Didalam peran pemerintah untuk mengembangkan kebaradaan radio pendidikan tentu ada kendala yang menghambat. Kendala-kendala tersebut antara lain, modal, SDM, publikasi, dan manajemen. Namun dari kendala-kendala tersebut timbul motivasi yang besar untuk meningkatkan radio pendidikan di Indonesia.

Daftar Pustaka

Bahan Siaran Radio Pendidikan Program Penyetaraan Guru SD dan Diklat SRP, Jakarta, Pustekkom.

Gafur, Abdul Gafur, (1994), Laporan Hasil Penelitian Evaluasi Formatif

————, (1992), Himpunan peraturan dan Perundang-Undangan Bidang Pendidikan, Jakarta, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

–    Educational radio broadcasting management : A Case Studies of Managing RAPENDIK at Surabaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: