Juni 27, 2008

PEMBENTUKAN POSITIONING RADIO SEBAGAI PROGAM EDUKASI

Posted in Artikel, Pendidikan pada 6:52 am oleh tepeuny

Oleh : Dadang Ria Hadi Mahasiswa Kurikulum dan Teknologi Pendidikan UNY

1. PENDAHULUAN

Sebagai Salah satumedia massa radio, memiliki fungsi sebagai pengikat komunitas yang sifatnya lebih interaktif jika dibandingkan dengan media elektronik lainnya. Fungsi awal sebuah stasiun radio adalah bentukan kreativitas yang dituangkan oleh sekelompok orang sebagai ajang silahturahmi antarsesama komunitas. Selanjutny sekitar tahun 1920-an, radio mulai diperdengarkan secara umum, yang menjadi titik awal komersialiasi stasiun radio.Stasiun radio sampai saat ini masih dipercaya oleh sebagian orang sebagai media komunikasi yang relatif sangat efektif untuk menyampaikan pesan, baik kepada individu maupun khalayak. Kekuatan radio yang berupa interaksi emosional yang mampu diciptakan oleh penyiar dan theater of mind yang mampu membangkitkan imajinasi seseorang menjadi daya tarik para pengiklan yang ingin melakukan komunikasi kepada recipient yang dalam hal ini adalah masyarakat pendengar radio. Minat para pelaku usaha untuk mendirikan sebuah stasiun radio pun meningkat seiring dengan berkembangnya kreativitas. stasiun radio . Menurut data yang dirilis PRSSNI, pada tahun 2002 jumlah tersebut meningkat kurang lebih 350% menjadi 806 radio stasiun. Angka tersebut belum termasuk pula stasiun radio yang tidak tergabung ke dalam PRSSNI. Angka ini akan makinbertambah seiring dengan semakin besarnya jumlah populasi dari segmen yang terkutub, sebagai contoh mulai berkembangnya radio dengan satu jenis aliran musik tertentu di wilayah Jakarta, Bandung, dan sekitarnya, sepertijazz, rock, clasic. Sebuah stasiun radio , menurut pendengarnya adalah media untuk mendengarkan lagu dan atau informasi. Hal ini selanjutnya oleh pihak radio dikelola sedemikian rupa untuk bisa disisipkan unsur-unsur kreatif sehingga pesan yang diinginkan.para pendengar terhadap sebuah stasiun radio dapat dikatakan sebagai positioning sebuah . radio Keberhasilan positioning ini juga ditunjukkan oleh besarnyajumlahpendengar radio yang sesuai dengan segmen pendengar yang ingin diraih stasiun radio . Positioning stasiun radio diraih melalui suatu proses yang kompleks yang menyangkut bahkan bukan semata-mata produk dari on air, tetapi melibatkan promosi stasiun radio dan produk off air radio tersebut.

PEMBAHASAN

A. Pengertian Radio

Radio adalah teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan radiasi elektromagnetik (gelombang elektromagnetik). Gelombang ini melintas dan merambat lewat udara dan bisa juga merambat lewat ruang angkasa yang hampa udara karena gelombang ini tidak memerlukan medium pengangkut (seperti molekul udara).Gelombang radio adalah satu bentuk dari radiasi elektromagnetik dan terbentuk ketika objek bermuatan listrik dimodulasi (dinaikkan frekuensinya) pada frekuensi yang terdapat dalam frekuensi gelombang radio (RF) dalam suatu spektrum elektromagnetik.

Penggunaan awal radio adalah untuk kepentingan maritim, untuk mengirimkan pesan telegraf menggunakan kode Morse antara kapal dan darat. Salah satu pengguna awal termasuk Angkatan Laut Jepang memata-matai armada Rusia pada saat Perang Tsushima pada 1901. Salah satu penggunaan yang paling dikenang adalah pada saat tenggelamnya RMS Titanic pada 1912, termasuk komunikasi antara operatordi kapal yang tenggelam dan kapal terdekat, dan komunikasi ke stasiun darat mendaftar yang terselamatkan. radio digunakan untuk menyalurkan perintah dan komunikasi antara Angkatan Darat dan Angkatan Laut di kedua pihak pada Perang Dunia II. Jermanmenggunakan komunikasi radio untuk pesan diplomatik ketika kabel bawah lautnya dipotong oleh Britania. Amerika Serikat menyampaikan empat belas pokok Presiden Woodrow Wilson kepada Jerman melalui radio ketika perang. Saat ini radio dijadikan sebagai alat komunikasi massa yang digunakan untuk berbagai tujuan.

B. Definisi Penyiaran Radio

Menurut Chester, Garrison, dan Willis, penyiaran adalah pancaran melalui ruang angkasa oleh sumber frekuensi dengan sinyal yang mampu diterima di telinga atau

didengar dan dilihat oleh publik. Beberapa tipe penyiaran, misalnya penyiaran bunyi

standar atau AM (Amplitude Modulation) dan penyiaran FM (Frequency Modulation)

bentuk ketepatan tinggi dari bunyi pancaran, televisi, pancaran dari gambar dan bunyi.

Straubhaar dan LaRose menyebutkan bahwa AM adalah kependekan dari amplitude modulasi yang berarti bahwa informasi suara dibawa melalui perubahan ketinggian atau amplitude gelomban radio g . Di dalam sebuah sistem radio AM, arus listrik yang keluar dari mikrofon atau peralatan rekaman elektronik digabung dengan gelombang elektromagnetik yang berfrekuensi tinggi berhubungan dengan frekuensi saluran radio tertentu. FM merupakan informasi suara yang dibawa oleh getaran frekuensi yang harmonis dari gelombang radio di sekitar pusat frekuensi yang dibawa, yang mana 101.700 Hz kalau gelombang yang diputar 101.7 FM. Sullivan, Hartley, Saunders, Montgomery, dan Fiske menyebutkan bahwa penyiaran adalah pengiriman pesan melalui media televisi atau radio dengan tidak dikontrol secaraa teknis oleh penerima. Penyiaran radio dapat disimpulkan sebagai suatu media yang sering disebut sebagai pekerjaan yang berkaitan dengan siaran dan aturan penyiaran dalam meningkatkan isi, tingkatan, dan gaya sesuai dengan pendengar yang diharapkan yang dilakukan melalui gelombang- gelombang radio yang ada.

C. Penyiar Radio

Penyiar radio, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,adalah orang yang menyiarkan atau penyeru pada radio. M. Habib Bari memberikan pengertian bahwa penyiar adalah seseorang yang bertugas menyebarkan suatu informasi atau lebih yang terjamin akurasinya denganmenggunakan radio dengan tujuan untuk diketahui oleh pendengarnya, dilaksanakan,dituruti, dan dipahami.Sebaliknya,

Thorndhike dan Barnhart menyatakan bahwa penyiar adalah orang yang memberitahukan sesuatu melalui radio .

Chester, Garrison, dan willis mengatakan bahwa penyiar radio dalam sebuah stasiun radio memainkan banyak peran. Pada umumnya penyiar adalah juru bicara stasiun radio. Di belakang laaer studio, penyiar juga mempunyai pekerjaan dan tugas lain sesuai dengan keterampilan yang dimilikinya. Dengan kata lain penyiar adalah seorang penampil yang melakukan pekerjaan penyiaran, menyajikan produk komersial, menyiarkan berita/informasi, akting sebagai pembawa acara atau pelawak, menghandel

olahraga, pewawancara, diskusi, kuis, dan narasi. Kualifikasi seoang penyiar untuk layak on air, merupakan hal-hal yang harusdikuasai oleh seorang penyiar sesuain dengan batasan-batasan yang ditetapkan manajemen sebuah stasiun radio sebelum penyiar tersebut on air, di antaranya adalah sebagai berikut.

(1) Mempunyai kualitas vokal yang memadai, dalam arti mampu bersuara dengan teknik pernapasan, power, artikulasi, dan intonasi yang tepat

(2) Mampu melaksanakan script reading dengan baik. Script reading adalah kemampuan menguasai materi dan melakukan penyampaian materi dengan baik dan benar

(3) Memahami segmen radio secara mendalam

(4) Memperlihatkan simpati dan empati kepada pendengar

(5) Kreatif dan selalu Berusaha memberikan ide segar dalam siarannya

(6) Mampu bekerja sama dalam tim

(7) Memahami format radionya dan format clock, termasuk di dalamnya pemutaran lagu yang sesuai dengan hakikat Programdan kesesuaian Waktu pemutaran dengan rundown program.

D. Karakteristik Radio sebagai Media Massa

Radio sering disebut-sebut sebagai media buta karena hanya menampilkan audio tanpa visual. Akan tetapi, radio dalam menjalankan perannya sebagai sarana komunikasi mas al tetap dipercaya oleh khayalak. Book D. Cary mengungkapkan beberapa karakteristik radio antara lain sebagai berikut.

(1 Radio) terdapat di mana mana Book menyatakan bahwa penelitian menyebutkan bahwa sekitar setengah miliar pesawat radio yang ada di dunia, 73% di antaranya berada di rumah- rumah, toko- toko, kantor-kantor, sedangkan sisanya terdapat pada kendaraan bermotor. Jika kita berada pada jarak dengar sebuah radio yang sedang diputar, maka mau tidak mau kita akan mendengarnya.

(2) Radio bersifat memilih

Geografi, demografi, dan keragaman program stasiun radio membantu pengiklan untuk menetapkan target pendengar. Fleksibilitas semacam ini berarti bahwa spot dan adlips iklan dapat disiarkan, baik secara lokal, regional, maupun nasional bahkan internasional, pada jam-jam yang dapatdisesuaikan dan program-program yang ditawarkan radio . Keragaman seperti ini akan memungkinkan pengiklan atau sponsor mampu menembak target yang sesuai.

(3 Radio) bersifat ekonomis

Book mengungkapkan bahwa dalam satu minggu satu stasiun radio dapat meraih sembilan dari sepuluh pendengar berusia 12 tahun ke atas. Pendengar berusia 18 tahun ke atas mendengarkan radio selama hampir tiga setengah jam sehari. Seorang pengiklan biasanya mempercayakan kombinasi yang efektif atas jangkauan dan frekuensi dengan biaya yang relatif rendah per ribuan orang.

(4) Radio cepat dalam menyampaikan informasi Jika timbul kebutuhan, maka pengiklan dapat mengiklankan produk yang langsung diudarakan dalam hitungan beberapa jam. Hal ini sangat menguntungkan pengiklan yang menghadapi situasi darurat.

(5) Radio bersifat partisipasif Terdapat hubungan emosional antara pendengar dengan penyiar radio . Hubungan interaktif antara penyiar dan pendengar pun sangat mudah dilakukan.

E. Kekuatan dan Kelemahan Radio sebagai Media Massa

Andy Rustam menyebutkan bahwa stasiun radio sebagai media massa memiliki kekuatan-kekuatan, di antaranya adalah sebagai berikut.

(1) Menjaga mobilitas: pendengar tetap bisa beraktivitas sambil mendengar radio

(2) Informasi tercepat: informasi yang disampaikan radio dapat dilakukan sesegea mungkin, baik melebihi media cetak maupun elektronik lainnya.

(3) Auditif: meskipun hanya mengandalkansuara, radio dapat lebih memberikan pendekatan personal kepada pendengar.

(4) Theater of mind: mampu menciptakan imajinasi yang membuat pendengar penasaran.

(5) Komunikasipersonal: mampu menciptakankeakraban kepada pendengar.

(6) Murah: Biaya penyelenggaraan stasiun radio dan untuk mendengarkan radio sangat murah.

(7) Mass distributor: memiliki kekuatan sebagai distribusi informasi, edukasi, dan hiburan yang simultan.

(8) Format dan segmentasi yang tajam: radio mudah menciptakan citra diri dengan ketajaman format dan

segmentasi.

(9) Daya jangkau yang luas: teknologinya mampu mengatasi hambatan geografis, cuaca dalam sistem distribusinya.

(10)Menyentuh kepentingan lokal dan regional: mampu mengidentifaikasi kebutuhan pendengar lebih mendalam daripada media yang jangkauannya lintas samudra. Selanjutnya Andy Rustam juga mengemukakan kelemahan radio yang harus dipahami oleh stasiun radio , diantaranya adalah sebagai berikut.

(1) Hanya berupa suara Suara sulit menjelaskan grafik, angka,dan tidak mungkin menampilkantampilan visual sehingga perlu dihindari materi-materi atau program yang harus menayangkan visual

(2) Bersifat selintas

Semua suara yang disampaikan penyiar tidak terdokumentasikan oleh pendengar seperti media cetak. Jadi, dibutuhkan keterampilan untuk menjaga perhatian pendengar oleh penyiar dan pemutaran lagu.

(3) Anti detail

Anti detail di sini bukan berarti radio tidak mampu menyampaikan sesuatu secara mendalam, namun sangat sulitmenyiarkan data yang mendetail seperti penyampaian deret hitung atau angka yang berdigit banyak.

F. Positioning

Positioning menurut Kotler adalah langkah-langkah yang diambil oleh perusahaan dalam rangka menyiapkan penawarannya kepada konsumen dan upaya pembentukan citra tertentu dari produknya di mata konsumen. Umumnya positioning diciptakan oleh perusahaan melalui bauran pemasaran, yaitu produk, price, place, promotion, bahkan tidak jarang ditambahkan dengan tiga P, yaitu people, process, physical evidence. Beberapa strategi yang digunakan oleh perusahaan dalam menciptakan positioning adalah sebagai berikut.

(1) Attribute positioning: adalah keberadaan dari perusahaan itu yang menciptakan positioning, misal Disneyland memegang positioning sebagai perusahaan taman bermain yang terbesar di dunia karena memang mereka yang sampai saat ini terbesar di dunia.

(2) Benefit positioning: positioning yang muncul karena perusahaan mampu sebagai

Pemimpin dalam hal memberikan manfaat kepada penggunanya.

(3) Application positioning: positioning yang didapat karena penggunaan dari produk yang pas untuk konsumen tertentu.

(4) User positioning: positioning bagi perusahaan yang mampu menjadi yang terbaik bagi komunitas tertentu.

(5) Competitor positioning: positioning dengan jalan memperlihatkan dan mengkomunikasikan dirinya lebih baik daripada pesaingnya.

(6) Product category positioning: positioning yang mampu diraih dengan jalan menjadi produk yang terbaik di kelasnya.

(7) Quality or price positioning: positioning yang diraih ketika produk mampu memberikan nilai yang terbaik bagi konsumennya.Positioning dalam dunia radio menurut Harley Prayudha adalah upaya yang dilakukan oleh stasiun radio agar pendengar yang diraih sesuai dengan citra yangdikehendaki.

G. Segmentasi Stasiun Radio

Stasiun radio komersial yang profesional,sebelum merancang positioning yang ingin diraih hendaknyamemetakan pendengar yang ada di wilayah jangkauan gelombang

stasiun radio tersebut. Secara umum, segmentasi yang dilakukan berdasarkan hal hal berikut ini.

(1) Letak geografis

Contohnya: kota besar, kota kecil,pedesaan, baik skala nasional maupun internasional.

(2) Segi demografi

– tingkat usai

– jenis kelamin

– status perkawinan

– pekerjaan

– penghasilan

– pendidikan

– hobi

(3) Faktor psikografis

– Pola aktivitas khalayak

– Gaya hidup

Media habbit (kebiasaan penduduk dalam menggunakan media massa saat menghabiskan waktunya)

– Radio habbit (kebiasaan pendengar ketika mendengarkan radio ) radio

– Waktu atau saat-saat mendengarkan

H. Pembentukan Positioning terhadap Pendengar dari Sebuah Stasiun Radio

Stasiun penyiaran radio komersial Dalam upaya mengoptimalkan pendapatannya berawal dari target dan perolehan pendengar. Jika dicapai dengan baik, maka biasanya akan dicari oleh pengiklan. Data pendengar inilah yang oleh para pengiklan dijadikan dasar untuk melakukan promosi, yang selanjutnya para pengiklan membeli slot waktu penayangan program di radio tersebut. Rating radio diperoleh dari hasil penelitian yang dilakukan oleh stasiun sendiri ataupun lembaga penelitian profesional. Data-dataTersebut pada akhirnya disampaikan kepada pengiklan. Tujuan program stasiun radio komersial adalah untuk mengudarakan sesuatu yang bisa menarik perhatian pendengar. Hal inilah yang menjadi landasan layak tidaknya program tersebut dijual pengiklan.Permasalahan yang timbul selanjutnya adalah bagaimana membuat program menarik dan mendapatkan pendengar. Hal ini merupakan aspek yang sangat penting dalam konsep radio programming dan setara dengan pengembangan format. Permasalahan ini dijawab dengan kemampuan stasiun radio untuk mengetahui kebutuhan para pendengarnya sesuai dengan segmen pendengar yang ingin diraih. Pengelola stasiun radio memerlukan kejelian dalam penentuan program untuk menunjang positioning yang ingin dicapai.Salah satu upayanya adalah membuat format acara yang akan diudarakan kepada pendengar sehingga antara positioning yang ingin diraih dan format acara yangdibentuk akan selaras. Dalam menyusun format acara sebaiknya pula diperhatikan faktor persaingan penyiaran radio , geografis, demografis, psikografis, perilaku pendengar, dan kebiasaan penduduk di kawasan jangkauan radio . Hal yang terpenting adalah memaham bagaimana peluang periklanan dari positioning tersebut. Penataan acara di radio tidak lepas dari elemen pendukung acara tersebut, seperti musik, kata-kata, identitas stasiun, iklan, gaya siaran, dan penjadwalan acara sesuai dengan segmen waktu yang direncanakan.Skema pembentukan positioning stasiun radio pada pendengar ditunjukkan pada

Skema Pembentukan Positioning

Tahap tahap yang dilakukan adalah sebagai berikut.

(1) Visi

misi perusahaan ditetapkan terlebih dahulu sebagai arah dan pegangan seleruh komponen stasiun radio

(2) Selanjutnya dilakukan pemetaan pendengar pada wilayah jangkauan siaran stasiun

radio.

Misalnya:

segmentasi 101.2 FM Q menyasar pendengar usia 15 -35 tahun dengan kualifikasi B, A, dan A +

(3) Kemudian penetapan positioning yang ingin diraih, yaitu penetapan image

pada pendengar yang ingin diraih oleh stasiun radio , misalnya 101.2 FM Q ingin membentuk citra “Radionya orang yang berjiwa muda ”

(4) Penataan stasiun radio adalah melakukan format yang harus dieksekusi oleh departemen on air, off air, dan promosi serta penataan dan desain layout kantor dan studio siaran.

a.On air:

– Pemutaran musik harus sesuai dengan pendengar yang disasar.

Misalnya Oz Radio memutarkan 60% lagu-lagu yang baru dan second single sebagai upayanya mendapatkan image trend setter musik dan berjiwa muda.

– Pemakaian jingle, harus sesuai dengan trend kultur yang berlangsung pada segmen.

Misalnya pemakaian jingle yang bernuansa modern dan remix version pada Q Radio sesuai dengan selera orang berjiwa muda

– Pembuatan naskah yang sesuai dengan selera pendengar yang ingin diraih yang sesuai dengan image yang ingin diciptakan. Pengaturan tata bahasa yang digunakan oleh

penyiar sesuai dengan segmen dan positioning. Misalnya: pemakaian kata aku dan kamu, bahasa yang tidak baku atau bahasa sapaan pada Q Radio agar selaras dengan

positioning yang ingin diraih, yaitu radionya orang yang berjiwa muda.

– Program on air yang dibuat harus bisa menjembatani kebutuhan pendengar dengan image yang dibangun.

Misalnya:

Siaran matasapi di Q Radio ditujukan, baik untuk mereka yang beraktivitas maupun menghabiskan waktunya sambil mendengarkan radio di pagi hari dengan format siaran

yang gila-gilaan dan membuat orang-orang tertawa.

b.Off air: pembuatan gelaran atau event yang sesuai dengan pendengar yang ingin disasar

atau berdasarkan keinginan klien. Pemilihan talent artis pada gelaran juga disesuaikan

dengan segmen pendengar.

(5) Promosi: aktivitas publikasi yang dilakukan radio dengan menggunakan media lain, seperti media cetak, televisi, dan kerja sama dengan berbagai perusahaan yang sesuai dengan segmen radio .

(6) Phisical evidence: penataan layout dan desain kantor dan studio dari stasiun radio .

(7) Keseluruhan penataan stasiun radio tersebut selanjutnya dieksekusi oleh pihak pihak yang terkait.

(8) Akan terbentuk citra atau positioning dari stasiun radio pada para pendengar. radio baik dengan menggunakan pihak internal radio maupun lembaga survei. Ketika penataan stasiun radio tepat, maka image yang tercipta akan sesuai dengan yang diharapkan, dan segmen yang diharapkan untuk diraih akan menjadi pendengar stasiun radio tersebut.

(9) Citra yang terbentuk pada para pendengar selanjutnya menjadi bahan evaluasi penataan stasiun radio. Ketika penataan stasiun radio menunjang positioning yang ingin diraih, maka yang harus dilakukan oleh stasiun radio tersebut adalah menjaga penataan

tersebut. Sebaliknya, jika kurang tepat atau respon dari segmen yang disasar tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka perlu dilakukan penataan ulang stasiun radio tersebut.

PENUTUP

Simpulan

Dalam pembentukan positioning terhadap pendengar dari sebuah stasiun radio tidak semata-mata mengandalkan kekuatan departemen on air. Off air, promosi, dan physical evidence juga dibutuhkan sebagai faktor penunjang yang sangat penting bagi positioning stasiun radio tersebut. Off air yang dilakukan oleh stasiun radio juga merupakan ladang uang atau penghasilan tambahan yang bernilairelatif cukup banyak jika dikelola secara

profesional.Riset sangat diperlukan dalam pelaksanaan penataan radio sebagai upaya

untuk meraih citra yang ingin diperoleh radio yang pada akhirnya berujung pada peningkatan raihan pendengar. Meningkatnya raihan pendengar akan membawa dampak yang positif bagi stasiun radio tersebut, yaitu semakin banyaknya perusahaan yang ingin menjadi klien dari radio tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Prayudha, Harley. 2005. radio Suatu Pengantar untuk Wacana dan Praktik Penyiaran. Jawa Timur: Bayumedia Publishing.

http://ejournal.unud.ac.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: