Juni 25, 2008

PERAN RADIO PENDIDIKAN

Posted in Artikel, Pendidikan pada 2:59 pm oleh tepeuny

Oleh: Erna Yulikah Mahasiswa Kurikulum dan Teknologi Pendidikan UNY

A. Latar Belakang

Instansi pendidikan adalah instansi yang cukup terpandang dalam mencetak generasi penerus bangsa. Yang merupakan pabrik atau industri pencetak orang-orang berkualitas, mempunyai kemampuan lebih dan menjadi orang yang terpandang. Nama yang cukup popular dan terhormat itulah yang harus selalu dijaga agar dapat mempertahankan imagenya agar selalu eksis menjadi lembaga pencetak orang-orang ternama. Bagaimana mempertahankan image itu?

Untuk kemajuan bangsa banyak dilakukan inovasi dalam dunia pendidikan, salah satunya dalam hal media pendidikan. Di era sekarang banyak orang berbicara tentang multimedia, banyak pendidik yang berbondong-bondong menerapkan media tersebut dalam proses belajar mengajar di kelas. Tetapi banyak juga yang belum paham bagaimana penerapannya? Multimedia yang seharusnya menerapkan lebih dari satu media, tetapi masih banyak yang hanya menitikberatkan pada satu media saja yang mereka pandang menarik. Mereka lupa bahwa karakteristik siswa itu selalu berbeda. Hasil yang dicapai bukannya maksimal tetapi justru membosankan dan monoton serta siswa banyak yang sukar menyerap materi.

Salah satu jenis media pembelajaran yang perlu diperhatikan adalah media audio. Sekarang ini media audio khususnya radio sudah banyak ditinggalkan, jarang digunakan dalam proses pembelajaran di kelas. Media audio kalah bersaing dengan media-media yang baru bermunculan. Padahal kalau kita jelajahi tentang seluk beluk media ini sangat menarik. Memang media ini mempunyai beberapa kelemahan, tetapi kalau kita perhatikan media lain juga mempunyai kelemahan. Sekarang ini tergantung pada materi apa yang akan disampaikan dan pemikiran mengenai media apa yang cocok?

Untuk mempertahankan eksistensi media audio dalam dunia pendidikan khususnya harus ada inovasi sendiri khususnya dalam diri media tersebut. Titik lemah media harus diperhatikan oleh para perancang media agar media ini menuju ke arah perfect. Karena kalau kita sedikit menoleh pada salah satu teori yang mengatakan bahwa kita akan menghabiskan waktu kita di sekolah untuk belajar sebesar 50% bagi siswa sekolah menengar dan 90% bagi kalangan perguruan tinggi melalui indera pendengaran kita. Berangkat dari teori ini seharusnya keberadaan media audio dalam dunia pendidikan tetap diakui dan selalu berkibar, bukannya semakin meredup.

B. Rumusan Masalah

Bagaimana peranan radio pendidikan dalam dunia pendidikan?

PEMBAHASAN

Media Pembelajaran

Media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara, atau pengantar. Menurut pendapat Gerlach & Ely yang dikutip oleh Azhar Arzhad (1997:3) media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, ketranpilan atau sikap.

Proses belajar mengajar dapat diibaratkan sebagai proses komunkasi. Di mana dalam proses ini ada proses penyampaian pesan antara pendidik dengan peserta didik melalui perantara tertentu. Komunikan, komunikator, pesan, dan perantara atau media adalah bagian dari komunikasi. Dalam proses komunikasi akan terjadi hubungan yang efektif jika pesan yang disampaikan jelas. Begitu pula dalam proses belajar mengajar, tranfer ilmu akan mudah terlaksana jika dikomunikasikan dengan baik. Dengan media akan mempermudah penyampaian informasi atau materi dalam proses belajar mengajar karena media mempunyai beberapa keunggulan, antara lain:

1. Memperjelas penyajian pesan.

2. Mengatasi keterbasan ruang, waktu dan daya indera.

3. Membantu mengatasi kepasifan anak didik karena dengan media dapat merangsang dan menimbulkan interaksi antara guru dan siswa.

Radio Pendidikan

Media radio identik dengan indera pendengaran. Informasi atau pesan yang disampaikan dituangkan ke dalam lambang auditif. Karena penyampaian informasinya melalui radio, media ini memiliki pengaruh yang kuat terhadap perasaan pendengarnya. Di sini pendengar seolah-olah ikut terlibat dalam dialog atau program yang sudah dikemas untuk menyampaikan materi atau informasi.

Radio merupakan media yang dinamis dan dapat mengikuti perkembangan zaman. Hal ini selaras dengan fungsi radio sebagai media hiburan dan informasi. Informasi sewaktu-waktu selalu berubah, setiap hari bahkan bisa berubah hanya dalam hitungan detik. Fungsi media yang seperti ini yang dipandang efektif dan mempunyai sumbangan yang besar dalam kemajuan pendidikan di negara kita. Dunia pendidikan juga selalu menuntut sesuatu yang baru, informasi yang aktual sesuai dengan tuntutan dunia pendidikan.

Radio melalui siarannya dapat menyampaikan pengajaran secara efektif, dapat menambah pengalaman dan pengetahuan serta dapat menimbulkan motivasi belajar siswa. Bentuk siarannya dapat berupa ceramah, cerita, wawancara, sandiwara, dan sebagainya. Radio tidak boleh kita remehkan, melalui radio kita dapat menangkap dan mengerti berbagai suara manusia serta bunyi lain yang ada hubungannya dengan masalah pembelajaran. Terkadang di kelas terjadi keributan yang ditimbulkan oleh suara kendaraan di jalan atau ceramah guru yang semakin monoton, tetapi dengan materi yang dikemas sedemikian rupa menjadi program audio dapat mengatasi kejenuhan siswa dalam mendengarkan dan memperhatikan materi yang disampaikan. Karena dalam menyusun atau mengemas materi pembelajaran ke dalam bentuk audio terlebih dahulu perancang pembelajaran telah mengadakan identifikasi dan mengamati karakteristik siswa sehingga pada penerapannya menjadikan siswa mudah dan asyik dalam proses belajar mengajar.

Peranan Radio dalam Dunia Pendidikan

Radio merupakan salah satu sumber bahan ajar yang ekonomis, menyenangkan, dan mudah disiapkan. Dapat berfungsi sebagai media pembelajaran untuk belajar mandiri. Dengan kemasan materi yang menarik akan merangsang daya imajinasi anak, sehingga mereka akan terlihat aktif dan merangsang kreativitas anak. Media ini juga dapat membantu bagi audience yang mengalami buta huruf, karena penyajiannya mengandalkan audio, suara, atau bunyi.

Dalam dunia pendidikan radio juga memberi kontribusi yang cukup besar, misalnya saja untuk menyampaikan informasi ke desa atau pelosok negeri yang belum terjangkau dengan fasilitas-fasilitas elektronik yang modern, radio dapat menyampaikan informasi tersebut dengan mudah merambah ke segala penjuru negeri. Selain alasan ekonomis, radio juga mudah kita akses di segala penjuru termasuk di daerah terpencil sekalipun. Dalam penyajiannya atau penyampian pesannya lewat radio dapat dilakukan secara serempak, dalam waktu yang sama di beberapa daerah yang berbeda. Tidak hanya terbatas pada informasi untuk pendidikan saja, radio juga menawarkan berbagai hiburan baik itu melalui musik atau melalui drama radio.

Penggunaan radio dalam proses pembelajaran tidak terbatas pada satu sisi kemampuan saja. Dalam proses belajar mengajar radio dapat digunakan untuk tujuan kognitif, afektif, dan psikomotor. Untuk tujuan kognitif, radio dapat digunakan untuk mengajarkan pengenalan kembali, misalnya latihan belajar mengingat, mengucapkan kata, mendengarkan bunyi, dan sebagainya. Untuk tujuan afektif, misalnya suasana dapat diciptakan memelui musik, efek suara, atau suara narator. Sedangkan untuk tujuan psikomotor, radio dapat digunakan untuk mengajarkan ketrampilan verbal.

Radio sangat mendukung dalam proses belajar yang notabene seperti pendapat Sanford E. Taylor (John D. Latuheru 1988:68) bahwa di Sekolah Dasar dan Menengah bahkan di Perguruan Tinggi, sebagian besar waktu di dalam kelas digunakan melalui proses pendengaran atau dengan menggunakan indera dengar atau telinga. Sehingga kalau di dalam dunia pendidikan dapat memanfaatkan radio dengan maksimal maka radio dapat menggantikan posisi guru atau pengajar, mereka tidak perlu panjang lebar ceramah di depan kelas yang belum tentu materi yang disampaikan terserap oleh semua siswa.

Heinich, Molendan, dan Rusel juga berpendapat (John D. Latuheru 1988:68) bahwa siswa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah menghabiskan sekitar 50% waktu untuk mendengarkan pelajaran di sekolah. Di Perguruan Tinggi 90% dari waktu yang digunakan untuk mendengarkan materi perkuliahan, ceramah, diskusi, atau seminar. Dari pendapat ini juga dapat disimpulkan bahwa radio atau media audio lainnya mempunyai peluang yang cukup besar untuk membawa pendidikan di suatu negara ke arah yang lebih baik sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.

Sedangkan menurut Arif Sadiman dkk (1986:51-53) berpendapat bahwa media radio mempunyai beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan media yang lain, yaitu:

· Harganya relatif murah dan variasi programnya lebih banyak daripada TV.

· Sifatnya mudah dipindahkan (mobile). Radio dapat dipindah-pindahkan dari satu ruang ke ruang lain dengan mudah.

· Jika digunakan bersama-sama dengan alat perekam radio bisa mengatasi problem jadwal.

· Radio dapat mengembangkan daya imajinasi anak.

· Dapat merangsang partisipasi aktif dari pendengar.

· Radio dapat memusatkan perhatian siswa pada kata-kata yang digunakan, pada bunyi dan artinya.

· Siaran lewat suara terbukti amat tepat/cocok untuk mengajarkan musik dan bahasa.

· Radio dapat mengerjakan hal-hal tertentu secara lebih baik.

· Radio dapat mengerjakan hal-hal tertentu yang tidak dapat dikerjakan oleh guru.

· Radio dapat mengatasi batasan ruang dan waktu, jangkauannya luas.

Hambatan Radio sebagai Media Pembelajaran

Setiap media tidak lepas dari kekurangan, termasuk media radio. Media radio juga mempunyai beberapa kelemahan yang harus diperhatikan agar media ini semakin perfect. Kelemahan tersebut antara lain:

1. Karena sifatnya yang auditif, dalam penggunaan media ini harus benar-benar konsentrasi khususnya indera pendengaran kita karena hanya sekilas saja, tidak ada siaran ulang.

2. Media ini belum mampu untuk menyajikan hal-hal yang sifatnya kompleks seperti rumus-rumus matematika, fisika, dan kimia sehingga kurang efektif jika diterapkan pada materi yang sifatnya berhitung.

3. Materi yang disajikan kurang mendalam.

4. Tidak dapat diterapkan pada audience yang mengalami gangguan dengan pendengaran, karena radio membutuhkan konsentrasi yang cukup pada indera pendengar.

PENUTUP

A. Kesimpulan

Radio adalah salah satu media pembelajaran yang dipandang efektif untuk membantu mempermudah prose belajar mengajar berlangsung. Media yang sangat merakyat pada masyarakat kita. Sehingga dengan adanya radio akses informasi bagi masyarakat tidak terhenti hanya pada mereka yang mampu mengakses atau mereka yang mempunyai uang yang lebih. Tetapi kini dengan radio semua lapisan masyarakat dapat menikmati, mengakses informasi dengan mudah.

Kemudahan akses informasi ini akan membantu untuk mewujudkan tujuan pendidikan di negara kita. Serta dari beberapa pendapat para tokoh besar dunia mengatakan bahwa sebagian besar murid memperoleh informasi dari proses pendengaran. Dari pendapat ini, radio mempunyai peluang yang besar untuk membantu mensukseskan pendidikan nasional. Keberadaan radio pendidikan di negara ini tidak boleh diremehkan lagi. Melalui alat ini orang dapat mendengarkan siaran dari berbagai penjuru dan peristiwa.

Radio pendidikan mempunyai nilai tertentu, seperti memberikan berita yang up to date, menarik, jangkauan luas, menimbulkan imajinasi, mendorong kreatifitas seseorang, dan sebagainya.

B. Saran

  • Pengemasan media audio dikemas lebih menarik lagi agar dapat meningkatkan minat pendengarnya.
  • Bahasa yang digunakan jangan bahasa yang terlalu formal karena hanya akan meninggalkan kesan monoton. Lebih baik menggunakan bahasa tutur, bahasa keseharian audience jadi kesannya lebih santai tetapi tetap serius.
  • Memaksimalkan peran radio dalam pendidikan untk mencapai tuhuan pendidikan. Karena sebagian bsar waktu di dalam kelas digunakan melalui proses pendengaran.
  • Karena radio pendidikan bisanya tidak dipergunakn penuh dan langsung untuk tujuan pendidikan, seharusnya siaran khusus pendidikan diatur dengan jadwal dan kalau bisa disesuaikan dengan mata pelajaran dengan materi tertentu di sekolah secara bergantian agar siswa dapat mengakses informasi secara serempak di dalam kelas meskipun tempatnya berbeda.

Daftar Pustaka :

Anderson, Ronald H. 1987. Pemilihan dan Pengembangan Media untuk Pembelajaran. Jakarta : CV. Rajawali.

Arsyad, Azhar. 1997. Media Pembelajaran. Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada.

Danim, Sudarwan. Media Komunikasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara.

Hilmie, Farhan. 2007. Tanggungjawab Lembaga Penyiaran. http://www.suaramerdeka.com, 25 September.

Latuheru, John. D. 1988. Media Pembelajaran. Jakarta : Depdikbud.

Nn. 2008. Peran Radio terhadap Dunia Pendidikan. http://www.pppgkes.com, 20 Februari.

Rahayu, Rini. 2007. Pendidikan melalui Radio. http://www.suaramerdeka.com, 25 September

Sadiman, Arif S dkk. 1986. Media Pendidikan. Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada.

Karya ini adalah karya saya ( http://Errorcluck.blogspot.com email: error_cluck@yahoo.co.id ) sendiri bukan plagiat, kecuali bagian yang memang sudah disebutkan dalam daftar pustaka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: